Profil Gue..

Profil Gue..
Atlet gundu profesional se-jabodetabek!

Kepribadian Melankolis.

Tipe Kepribadian Melankolis Orang melankolis adalah orang yang serius dan tertutup, namun cerdas dan sangat kritis dalam berpikir. Mereka dapat mengerjakan suatu hal dengan jauh lebih tekun dibandingkan tipe kepribadian yang lainnya. Mereka memahami sesuatu setahap demi setahap, dan mereka menjalani sebagian besar hidupnya dengan sangat serius. Orang melankolis mempunyai pemikiran yang kritis. Mereka mampu menganalisis suatu keadaan dengan jauh lebih baik dibandingkan dengan tipe-tipe kepribadian lainnya. Mereka memiliki kemampuan luar biasa dalam ”melihat di balik layar” dan memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Mereka bisa melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh kebanyakan orang karena tingkat ketelitian dan ketajaman analisisnya. Mereka adalah individu yang cakap. Mereka tahu bahwa mereka tahu apa yang mereka ketahui. Mereka meneliti fakta-fakta dan mengikutinya dengan sangat hati-hati. Mereka melakukan perencanaan dan mengikuti rencana itu. Moto mereka adalah : ”Rencanakan kerja Anda. Kerjakan rencana Anda.” Orang melankolis sangat berhati-hati, teliti, dan suka curiga. Mereka tidak senang membuat kesalahan. Misalnya, mereka selalu memeriksa hasil fotokopi yang mereka dapatkan sebab khawatir hasil fotokopinya tidak sama dengan aslinya. Maksudnya, mereka sangat berhati-hati sekali dan penuh perhitungan dalam segala hal yang mereka lakukan. Bahkan, bila Anda memberikan pujian yang tulus pun mereka tetap akan berpikir bahwa Anda pasti mempunyai maksud tersembunyi di balik pujian Anda tadi. Orang melankolis senang dengan detail. Mereka menyukai data, fakta, angka-angka, dan grafik. Semakin detail dan lengkap informasi yang mereka terima, semakin suka mereka jadinya. Apalagi yang berhubungan dengan angka, mereka sangat menyenanginya. Mereka akan menghitung untung ruginya dengan ketelitian yang sangat tinggi. Ini adalah satu kemampuan yang tidak dapat ditandingi oleh kepribadian-kepribadian lainnya. Mereka juga akan sangat banyak bertanya – tidak untuk menyelidiki Anda, tetapi lebih disebabkan oleh dorongan untuk bisa mendapatkan lebih banyak lagi data dari Anda. Orang melankolis menuntut ”ikut aturan.” Mereka taat mengikuti instruksi dengan seksama dan tidak mengerti mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama. Bagi mereka, semua orang sebaiknya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Dalam hal otoritas, sama seperti orang phlegmatis, orang melankolis memiliki sifat tidak suka mendesak dan tidak perlu menjadi pemimpin suatu kelompok. Tidak masalah bagi mereka untuk sekadar jadi pengikut asalkan mereka bisa senang dan tenang. Mereka senang berada di sekeliling orang yang ramah dan terbuka. Mereka tidak keberatan jika mereka tidak mendapat pujian atas apa yang telah mereka lakukan, tetapi mereka akan sangat marah bila Anda menyalahkan mereka atas kesalahan yang tidak mereka perbuat. Orang melankolis senang menjadi benar – bukan karena mereka merasa lebih baik daripada orang lain, tetapi mereka hanya ingin menjadi benar, apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan. Bagi mereka, ”setiap pekerjaan yang layak dilakukan, layak untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya.” Mereka merasa bahwa pekerjaan mereka akan mencerminkan siapa diri mereka. Oleh sebab itu, hasil kerjanya harus benar dan baik. Orang melankolis juga sangat konsisten. Mereka hampir tidak pernah salah dalam menyampaikan detail suatu cerita. Sama seperti orang phlegmatis, orang melankolis senang mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Prinsipnya, jika telah berhasil satu kali, mengapa harus mengubahnya ? Mereka lebih suka pekerjaan yang berulang-ulang dibandingkan dengan orang koleris dan sanguin yang senang dengan perubahan dan kejutan. Variasi bagi orang koleris dan sanguin adalah hal yang menyenangkan, tetapi akan menjadi hal yang berbahaya bagi orang melankolis. Orang melankolis lebih suka berpegang pada apa yang sudah mereka ketahui ( untuk amannya ) dan konsisten. Sifat konsisten ini juga membuat orang melankolis cenderung menjadi conformist ( orang yang suka mengikuti apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang ), khususnya bila cara atau metode yang ingin digunakan telah terbukti berhasil dengan baik, maka mereka cenderung tidak mau menggunakan cara lain. Tetapi, sifat baiknya adalah mereka merasa bahwa mereka dapat memperbaiki suatu keadaan, maka mereka akan melakukan apa saja untuk memperbaiki atau meningkatkan keadaan itu. Orang melankolis selalu ingin meningkatkan kinerjanya. Sebagai orang tua, orang melankolis biasanya adalah orang tua yang sangat baik karena mereka akan bersikap sangat konsisten terhadap anak-anaknya. Jumlah orang melankolis dalam masyarakat berkisar 20 % - 25 % dari total populasi. Orang melankolis mempunyai perasaan yang halus. Mereka tidak mau menyinggung perasaan orang lain. Sebaliknya juga demikian, mereka tidak mau orang lain menyinggung perasaan mereka. Bila seseorang membuat mereka marah dan orang itu tidak meminta maaf, maka orang melankolis akan menyimpan kemarahan dan dendam mereka untuk waktu yang sangat lama. Orang melankolis mempunyai kebutuhan mendasar berupa jawaban yang bermutu dan didukung dengan data-data yang lengkap dan akurat. Jika Anda memberikan jawaban kepada orang melankolis, Anda harus memberikan jawaban yang memiliki komponen yang bermutu. Jika tidak, mereka tidak akan menganggapnya sebagai sebuah jawaban. Misalnya, jika seorang melankolis bertanya kepada Anda, ” Kapan kita berangkat ?,” dia tidak ingin mendengar jawaban, ”Besok.” Dia lebih suka dengan jawaban, ”Kita akan berangkat besok jam 3 sore. Anda harus berkemas dan siap untuk dijemput jam 1.15. Anda bisa membawa dua koper dan satu tas tangan. Dengan demikian kita masih punya waktu 45 menit untuk sampai ke bandara dan 1 jam untuk melewati pemeriksaan dan sampai ke gerbang keberangkatan. Sampai bertemu besok jam 1.15.” Dan, meskipun Anda telah memberikan jawaban yang sangat detail seperti itu, mereka mungkin masih saja akan bertanya, ” Apakah kamu yakin waktu kita cukup ?” Orang melankolis senang bila segala sesuatunya berada dalam kendali mereka sehingga mereka tahu apa yang sedang berlangsung. Dengan keyakinan bahwa mereka tahu apa yang mereka ketahui, dan jika mereka yakin bahwa mereka benar, maka tidak ada satupun yang dapat mengubah pikiran mereka. Sebagai orang tua, orang melankolis akan menetapkan standar yang tinggi dan ingin segalanya dilakukan dengan benar dan sempurna. Mereka akan menjaga rumahnya agar selalu rapi. Dalam pekerjaan, orang melankolis selalu berorientasi pada jadwal. Mereka melakukan standar yang tinggi dan bersfat perfeksionis. Mereka juga sangat terorganisir dan tertib. Mereka dapat memberikan pemecahan yang kreatif untuk suatu persoalan. 1. Kekuatan Pribadi Melankolis Orang melankolis biasanya sangat berbakat dan sangat cerdas. Mereka selalu berpikir untuk mencari ide yang lebih baik. Mereka sering tumbuh dengan mengembangkan gagasan yang telah ada dan membuat gagasan itu menjadi lebih baik. Mereka memiliki insting dan bakat sebagai penemu. Orang melankolis sangat analitis. Mereka tahu bagaimana mengerjakan suatu proyek dengan memecah proyek itu menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Sayangnya, mereka mengalami kesulitan untuk melihat ”gambar yang lebih besar” saat mereka bekerja dengan komponen-komponen kecil itu. Mereka sangat bagus dalam melakukan analisis ( melihat sesuatu secara mendetail ) tetapi sering buruk dalam melakukan sintesis ( melihat gambar keseluruhannya ). Orang melankolis jarang salah. Mereka selalu melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bahwa mereka benar. Namun, mereka cenderung sangat sensitif. Mereka akan tersinggung bila ada orang langsung menunjukkan kesalahan yang telah mereka lakukan. Orang melankolis memiliki sifat perfeksionis. Mereka akan selalu memeriksa hasil fotokopi yang mereka peroleh karena khawatir hasil fotokopinya tidak sama dengan aslinya. Mereka suka dengan dokumentasi dan akurasi. Orang melankolis sangat idealis. Mereka ingin yang terbaik, mencari yang terbaik, dan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Mereka ingin segala hal di dunia ini berjalan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dan mereka berharap orang lain berpikiran sama seperti mereka. Orang melankolis setia pada pandangan dan tradisi. Karena mereka sangat konsisten, mereka suka berada di zona kenyamanan yang sudah mereka kenal. Mereka akan setia selama mereka tahu detail ha-hal yang berhubungan dengan rencana yang akan mereka kerjakan. Jika mereka tidak tahu detail rencananya, maka hilang juga kesetiaan mereka. Orang melankolis sangat kuat dalam memegang prinsip dan keyakinannya, tekun dalam mengejar cita-cita yang ingin mereka capai, dan mereka sangat rela berkorban. Mereka dengan tak kenal lelah untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang baik. Mereka sangat berhasrat untuk memberikan hasil kerja yang baik dan maksimal walaupun itu berarti mereka harus bekerja keras dan memakan waktu lama. Mereka biasanya lebih mementingkan tugas yang harus mereka kerjakan daripada diri mereka sendiri. Orang melankolis itu sangat rapi. Bagi mereka, penampilan luar mencerminkan keadaan di dalam. Jadi, segala hal haruslah tersusun serapi mungkin. 2. Kelemahan Pribadi Melankolis Orang melankolis sangat terpusat pada diri mereka sendiri. Ini karena mereka selalu benar – paling tidak mereka mengira mereka benar. Orang melankolis memang biasanya selalu benar dalam setiap keputusan yang mereka ambil, namun sayangnya, mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka benar. Mereka juga sering kurang memiliki fleksibilitas dalam membangun suatu hubungan interpersonal yang hangat. Dengan kata lain, cara yang sekarang ini – dan sering merupakan satu-satunya cara yang bisa diambil ( menurut mereka ) – adalah cara yang terbaik. Orang melankolis sering kali murung ( berubah-ubah temperamennya ). Terhadap lingkungannya, mereka lebih sering memberikan reaksi daripada respons. Jika mereka menemui tantangan atau hambatan atau cobaan, maka mereka cenderung cepat bereaksi secara negatif. Mereka akan tidak senang hati dan tidak bisa memberikan respons yang baik bila mereka dikatakan salah atau telah melakukan suatu kesalahan. Mereka memiliki hasrat yang besar untuk selalu benar. Ini adalah beban yang sangat berat untuk terus dibawa, tetapi orang melankolis mau membawa beban. Mungkin aspek tersulit dalam hidup orang melankolis adalah cara mereka menghadapi cara mereka sendiri yang kritis dan negatif. Mereka bukannya mengendalikan, tetapi lebih sering dikontrol oleh sikap kritis dan negatif ini. Meskipun mereka sangat pintar dan punya banyak hal yang bisa disampaikan, mereka sering kali memojokkan diri mereka sendiri gara-gara memberikan rekomendasi atau komentar tanpa melihat situasi. Dengan kata lain, mereka dikenal dengan sebutan ”pencari kesalahan.” Mereka cenderung melihat hal-hal yang salah daripada hal-hal yang benar. Bila melihat gelas berisi air hanya separuhnya, mereka akan mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong, dan bukan setengah penuh. Orang melankolis punya banyak ide cemerlang yang bisa ditawarkan. Meskipun demikian, orang melankolis sering keliru membaca orang. Mereka tidak mengerti mengapa orang lain tidak bisa melihat nilai dan kebijaksanaan yang terkandung dalam ide atau pandangan mereka. Mereka tidak mengerti bahwa orang bukannya menolak ide mereka, sebenarnya orang menolak diri mereka. Orang melankolis memang hebat dengan segala pengetahuan yang dimilkinya. Namun, mengapa orang lain tidak mau mengakui hal itu ? Karena, orang tidak senang dengan seseorang yang kelihatannya ”tahu segala hal.” Kelemahan lainnya adalah sifat mereka yang kaku. Aneh memang. Orang melankolis paling sulit memahami konsep suatu informasi. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak sanggup mengolah informasi tersebut secara mental, tetapi mereka tidak percaya bahwa informasi itu berguna dan perlu. Di samping itu, mereka juga paling sulit mengerti mengapa orang lain tidak bisa melihat hal-hal tertentu seperti mereka melihat. Kekakuan dan ketakutan untuk menjadi salah atau berbuat salah ini mengakibatkan mereka tidak bisa melihat gambarnya secara keseluruhan. Mereka juga kadang kurang praktis. Sering kali sifat tidak praktis inilah yang membuat orang lain tidak mau mendengarkan mereka, walaupun sebenarnya mereka memilki ide yang sangat bagus. Mereka terlalu kaku dalam menerapkan idenya. Orang melankolis juga suka berteori. Mereka suka sekali menjelaskan suatu keadaan berdasarkan teori yang mereka pegang. Dan mereka merasa bahwa teori mereka inilah yang paling benar. Orang melankolis cenderung tidak suka bersosialisasi. Mereka merasa lebih damai dan bahagia dengan diri mereka sendiri. Orang melankolis suka melindungi dirinya sendiri. Mereka tidak mau mengambil resiko karena ada kemungkinan mereka akan gagal. Sifat ini membuat mereka sangat segan mencoba hal-hal baru. Orang melankolis juga sangat pendendam. Jika mereka ingin membalas perbuatan Anda, maka mereka bisa sangat sabar menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan yang setimpal. Sangat sulit bagi orang melankolis untuk melakukan konsultasi atau terapi bagi persoalan pribadinya. Bagi orang melankolis, mereka tidak punya masalah – dan ini adalah masalah terbesar mereka. Tidak mudah bagi mereka untuk memaafkan orang yang pernah melakukan kesalahan pada mereka.

SIKAP PANTANG MENYERAH DAN ULET!!

Hakikat Sikap Pantang Menyerah dan Ulet Ilustrasi: “Seorang siswa belajar tentang bagaimana merakit sebuah komputer. Untuk yang pertama kalinya dia mengalami kegagalan yang sangat fatal. Kemudian ia bertanya kepada instrukturnya tentang beberapa hal yang tidak ia pahami. Setelah itu siswa tersebut kembali mencoba dan mencoba terus sampai akhirnya ia berhasil merakit komputer itu dengan sempurna” Pantang menyerah: aspek dari komitmen tinggi, yakni sikap bertahan untuk tetap ingin mencapai apa yang diinginkan kendati mengalami kegagalan, mendapat hambatan dan rintangan. Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian, a.l: keyakinan yang kuat untuk maju kemauan yang keras untuk maju pemikiran yang konstruktif dan kreatif kesabaran dan ketabahan ketahanan fisik dan mental kejujuran dan tanggung jawab Manfaat sikap pantang menyerah dan ulet: memberi semangat dalam berusaha meningkatkan daya usaha menunjang keberhasilan usaha mengeliminasi keputusasaan Ulet: tangguh, kuat, dan tidak mudah putus asa! Faktor-faktor yang mempengaruhi keuletan: Pembawaan (hereditas): manusia lahir memiliki sifat-sifat bawaan dari orang tuanya Pendidikan dan pelatihan: dengan adanya pendidikan dan latihan maka bawaan lahir akan berkembang lebih baik Lingkungan: manusia cenderung akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya. Pengalaman: semakin banyak pengalaman akan meningkatkan kemampuan dalam menentukan strategi pemecahan masalah Motivasi: seorang wirausahawan yang komit untuk berhasil dan berkembang dalam usaha kan termotivasi mewujudkan keinginannya, sehingga akan mencari dan menggunakan berbagai cara (positif) untuk mewujudkan obsesinya Membina sikap ulet: menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani menjaga dan meningkatkan semangat dalam bekerja selalu optimis dalam menjalankan usaha menyenangi pekerjaannya berani menghadapi tantangan meningkatkan kepedulian akan peristiwa atau kejadian di sekitarnya baik secara makro maupun mikro berusaha memiliki banyak informasi dan sumber menerima dengan senang hati kritik dan saran berani mencoba berbagai alternatif dengan sudah mempertimbangkan secara matang memandang kegagalan dari sisi positif tidak memandang ringan maslah yang dihadapi meningkatkan kepekaan, kecermatan dan kewaspadaan diri Karakteristik sikap pantang menyerah dan ulet: kerja keras, ulet dan disiplin mandiri dan realistis prestatif dan komitmen tinggi berfikir positif dan bertanggung jawab memperhitungkan resiko usaha mencari jalan keluar dari setiap permasalahan merencanakan sesuatu sebelum bertindak kreatif dan inovatif kerja efektif dan efisien Kepemimpinan dalam kerja pantang menyerah dan ulet Efektifitas kepemimpinan dalam penerapan kerja pantang menyerah dan ulet akan membawa keberhasilan berwirausaha, diataranya: mempunyai komitmen tinggi dalam bekerja mempunyai etos kerja yang tinggi menyangkut distribusi kekuasaan dalam bekerja melibatkan orang lain dalm bekerja menyangkut penanaman pengaruh dalam mengarahkan karyawan “Jadi: kita tidak boleh berpangku tangan dan mengaharapkan reski hanya dengan berdoa saja tanpa bekerja dan berusaha” Wujud Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet 1. Melakukan usaha dengan semangat Semangat bekerja: salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat hubungannya dengan faktor kepuasan kerja, kegairahan kerja, dan keinginan mempertinggi hasil kerja. kepuasan kerja: orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan kegairahan kerja: ketika harapan dan hasil yang ditargetkan tercapai akan meningkatkan kegairahan dalam bekerja. Mempertinggi hasil kerja: ketika target yang telah ditetapkan tercapai, akan semangat untuk meningkatkan hasil kerjanya untuk selanjutnya. Manfaat semangat dalam bekerja: memperoleh kepuasan dalam bekerja menimbulkan kegairahan dalam bekerja membangunkan tenaga meningkatkan efisiensi waktu kerja dan biaya menimbulkan keinginan mempertinggi hasil kerja mengembangkan semangat pribadi Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan semangat pribadi: bekerjalah dengan penuh semangat semangat yang tinggi untuk mencapai prestasi yang tinggi selalu semangat semangat membawa percaya pada hari depan 2. Melakukan usaha dengan tidak putus asa Putus asa / putus harapan: Kondisi kejiwaan yang merasa dan menganggap bahwa apa diinginkan tidak akan tercapai Kondisi batiniah yang menganggap adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dialaminya. Penyebab timbulnya rasa putus asa: faktor intern: penyebab yang timbul dari dalam diri wirausaha, dimana terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Ini disebabkan sumber daya yang dimiliki kurang memadai untuk mencapai tujuan yang diinginkan faktor ekstern: penyebab yang timbul dari luar diri wirausaha, seperti kondisi ekonomi yang berfluktuasi, persaingan yang semakin ketat, bencana alam, dsb. Dampak negatif putus asa: berkurang / hilangnya semangat menjalankan usaha menurunnya produktivitas kerja menurunnya percaya diri wirausaha menurunnya tingkat kepercayaan dari teman-teman sekerja, pelanggan, pemasok dan kreditur. Terancamnya kelangsungan usaha. Mengantisipasi dan mengeliminasi keputusasaan: ketabahan: tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup meningkatkan kualitas sumber daya manusia penerapan manajemen secara efektif menggunakan jasa asuransi “jadi kemauan yang keras akan memberikan semangat dalam berusaha dan tidak pernah merasa putus asa terhadap segala rintangan yang dihadapi” 3. Melakukan usaha dengan selalu ingin maju Adalah: memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaan / tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari bisnisnya Karakteristik kerja prestatif: memiliki komitmen tinggi terhadao tugas dan pekerjaannya. Mau bertanggung jawab Peluang untuk mencapai obsesi Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpuasan Yakin pada dirinya Kreatif dan fleksibel Ingin memperoleh balikan segera Energik Motivasi untuk lebih unggul Berorientasi ke masa depan Mau belajar dari kegagalan Kemampuan memimpin Profil wirausahawan yang memiliki sikap selalu ingin maju: menyukai tanggung jawab lebih menyukai resiko menengah keyakinan atas kemampuan mereka untuk berhasil hasrat untuk mendapatkan umpan balik langsung tingkat energi yang tinggi orientasi ke depan keterampilan mengorganisasi memiliki prestasi lebih tinggi dari pada uang Manfaat selalu ingin maju: menimbulkan sikap optimis memberi semangat dalam berusaha mendorong untuk mencari cara-cara baru dalam menjalankan usaha menambah keberanian dalam berusaha Empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: self awarness: sikap mawas diri couscience: mempertajam suara hati, supayanmenajdi manusia berkehendak baik seraya memunculkan keunikan serta memiliki misi dalam hidup. Independent will: pandangan independen untuk bekal bertindak dan kekuatan untuk mentransendensi Creative imagination: berpikir dan mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan, serta adaptasi yang tepat. Cara mengembangkan sikap selalu ingin maju: memahami dan menghayati konsep-konsep berusaha menentukan dan komit terhadap sistem yang digunakan dalam menjalankan usaha. Memiliki visi usaha dan komit untuk menjalankannya Memiliki misi untuk mencapai visi yang dibangun atau dicanangkan Menciptakan budaya kerja yang sinergi untuk mewujudkan visi usaha Menyusun struktur organisasi usaha yang efektif dengan fungsi-fungsi yang ada di struktur organisasi Merumuskan job description sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada di struktur organisasi Menyusun rencana operasi untuk mencapai tujuan perusahaan Bersikap terbuka dalam pergaulan Tidak memandang remeh / menghargai teman sekerja, pelanggan dan pesaing Berusaha mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi Terbuka dan haus akan informasi 4.Melakukan usaha dengan selalu mencari sesuatu yang baru Adalah: objek usaha atau cara melakukan usaha yang berbeda dari apa yang telah ada melalui kreasi dan inovasi Kreatif : memiliki daya cipta, mempunyai kemampuan untuk menciptakan, mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataannya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Tipe-tipe Kreatif 1. menciptakan dan membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada 2. mengombinasikan / mensintesiskan, dua ha; atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan menjadi berhubungan 3. memodifikasikan sesuatu yang memang sudah ada, berupaya mencari cara-cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya dengan orang lain. Inovasi: suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat di jual dan bukan selalu berupa ide-ide yang sangat rumit, tetapi kadang-kadang inovasi berasal dari ide-ide baru yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan harus lebih baik dari yang telah ada. Sumber-sumber penerapan inovasi: kejadian yang diharapkan proses sesuai dengan kebutuhan perubahan pada industri dan pasar ketidakharmonisan perubahan demografi perubahan persepsi konsep pengetahuan dasar Jenis-jenis inovasi: penemuan (invensi): produk / jasa / proses yang benar-benar baru, ex: wright bersaudara (pesawat terbang), alexander graham bell ( pesawat telepon) pengembangan (ekstensi): pemanfaatan / penerapan lain pada produk, jasa, proses yang ada, ex: raynoc : Mc. Donald penggandaan (duplikasi): refleksi kreatif atau konsep yang telah ada, ex: Walmart: department store pemaduan (sintesis): kombinasi atas konsep-konsep dan faktor-faktor yang telah ada di dalam penggunaan / formulasi baru Manfaat selalu mencari sesuatu yang baru: menambah semangat dan gairah dalam berusaha mengurangi kejenuhan dan kebosanan dalam berusaha menimbulkan daya tarik bagi pelanggan meningkatkan daya saing dalam berusaha mendorong kreativitas wirausaha dalam berusaha meningkatkan percaya diri wirausaha Mengembangkan sikap selalu mencari sesuatu yang baru: menciptakan struktur organisasi terbuka dan desentralisasi mendukung budaya yang memberi kesempatan atas percobaan mendorong sikap eksperimental memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan komunikasi efektif pada semua tingkatan\ tersedianya semua sumber atas sesuat inisiatif baru hindari mematikan ide-ide baru singkirkan birokrasi dari proses pengalokasian sumber beri penghargaan atas suatu keberhasilan ciptakan budaya pengambilan resiko kurangi hal-hal yang bersifat administratif berikan kebebasan tanpa batas waktu delegasikan tanggung jawab untuk mulai aktivitas baru Keyakinan dan berkomunikasi seorang wirausaha harus yakin bahwa mereka akan sukses dan selalu tekun dalam mengelola kegiatan usaha bisnisnya seorang wirausaha harus pandai berkomunikasi dan mengorganisasi buah pikirannya ke dalam bentuk ucapan yang jelas dan menarik perhatian orang lain dengan tutur kata yang baik Inti sikap pantang menyerah dan ulet: pantang menyerah dan ulet tehadap segala keadaan dan situasi kerja memiliki semangat kerja dan tahan uji terhadap setiap tantangan dan penderitaan memiliki kesabaran dan ketabahan dalam setiap kondisi kerja selalu bekerja keras, berjuang dan rela berkorban demi mencapai kesuksesan Magang: ikut belajar kerja dalam kegiatan usaha yang diakui berstandar tinggi di dalam suatu perusahaan Harapan setelah melaksanakan magang, siswa memiliki; sikap mental yang kuat dalam berwirausaha moral yang tinggi dalam berwirausaha keterampilan dalam berwirausaha etos kerja yang tinggi dalam berwirausaha kepekaan terhadap lingkungan sikap perjuangan dalam berwirausaha Kegiatan-kegiatan dalam tempat magang: 1. Bidang usaha promosi menciptakan makna baru suatu produk memberikan promosi terhadap jasa memberikan nilai tambah pada produk 2. Bidang usaha angkutan memberikan peran baru pada transportasi menyerahkan pada armada angkutan 3. Bidang usaha perawatan komputer teknisi perawatan dan perbaikan menciptakan nilai tambah pada komputer 4. Bidang usaha tata boga menciptakan peluang baru dan memberi nilai tambah pada masakan tradisional memasarkan fast food khas indonesia 5. Bidang usaha pelayanan SDM 1. Pemberian pelatihan keterampilan seni batik, seni ukir, seni keramik, seni lukis, seni suara, seni musik, dll. 6. Bidang usaha rekrutment Pelatihan SDM dan kemampuan menjual Membekali pengetahuan dan keterampilan Mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja penjual dan kebutuhan pencari kerja 7. Bidang usaha perkreditan Mempertemukan kebutuhan pemasok dan pemakai Menciptakan peluang baru dari kesulitan pengadaan uang kas dan penjualan barang Memberikan nilai tambah pada uang kas dan barang modal / barang konsumsi 8. Bidang usaha olahan Menciptakan peluang baru dari bahan, antara bahan baku dan kebutuhan konsumen, dan memberi nilai tambah pada bahan baku melalui proses olehan Mendayagunakan teknologi untuk mengolah bahan baku Memasarkan produk yang dibutuhkan konsumen 9. Bidang usaha pembekalan Mendayagunakan modal kedua belah pihak dengan manajemen waktu Menjamin mutu dan keseimbangan pemasok Menciptakan peluang baru dari budaya yang ingin dilayani Memberi nilai tambah pada barang modal atau produk jadi yang dibutuhkan 10. Bidang usaha cinderamata Menciptakan sendiri cinderamata yang unik dan menarik Memasarkan hasil kerajinan khas daerah yang potensial untuk dijadikan cinderamata 11. Bidang usaha lainnya a. dalam bidang usaha produksi: produksi primer: kegiatan penggalian sumber alam yang tersedia di bumi, contoh: perkebunan, pertanian, pertambangan. Produksi sekunder: kegiatan pemanfaatan SDA / bahan baku yang diproses dan di olah menjadi bahan jadi, contoh: pabrik komponen-komponen yang diasembling menjadi barang industri / konsumsi Produksi tersier: kegiatan yang lebih dominan menghasilkan jasa dibanding dengan tangible good, contoh: tenaga profesional, dokter, guru, insinyur, restoran, perhotelan dan perbengkelan. b. dalam bidang usaha distribusi: mengacu pada pergerakan barang / jasa dari produsen ke konsumen Peran sekolah dalam mempersiapkan magang: a. persiapan magang mempersiapkan mental para siswa calon peserta magang dan sebagai calon wiwrausahawan b. proses belajar magang 1) pembenahan pelajaran wirausahawan 2) pembenahan sistem bimbingan kerja magang 3) pembenahan metode pembelajaran c. hasil belajar yang harus dicapai 1) nilai moral dalam berwirausaha 2) sikap mental berwirausaha 3) keterampilan berwirausaha 4) kepekaan terhadap lingkungan berwirausaha 5) minat dan kepribadian dalam berwirausaha Chemunghud Qaqha!! wkwk Sumber : http://lova241smk.wordpress.com

Video cara mengatasi tidak percaya diri ! Look it!

Everything is Possible!

Yaps! Sebelumnya perkenalkan nama gue Irvan Afriansyah. Manusia unlimited edition di Akhirat (anjrit-_-"). Di Postingan gue yang pertamax ini, gue akan membahas sesuatu yang penting dalam menjalani hidup ini. Tidak lain dan tidak salah ialah "MOTIVASI". Jeng-Jeng!!(garingnjir-_-). Oke serius. Klo menurut gue motivasi itu sangat dibutuhkan dikalangan orang dewasa, remaja, anak-anak bahkan org2 yang sejenis gue sekalipun. Motivasi itu sendiri dapat menjadikan mainset buruk seseorang misalnya hal yang dianggap tidak mungkin menjadi mungkin atau kalau bahasa gaulnya "Everything is Possible". Karena didunia ini tidak ada yang tidak mungkin kawan.. 
Meskipun eloh mungkin sudah ribuan kali mendengar kata “Nothing is Impossible”, "Everything is Possible" dan sebagainya tetapi banyak diantara kita yang masih tidak menerapkan kata-kata tersebut dalam hidup. Kita sering kali membuat batasan yang menghentikan kita dalam mencapai impian-impian kita. Bahkan kita sering sekali meyakinkan diri kita bahwa kita tidak sanggup dan tidak pantas untuk sukses, seakan-akan sukses itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan dan ingin dijauhi. Atau mungkin kita mempercayai perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa sesuatu itu tidak mungkin dilakukan. Dan lebih parah kita menelan perkataan itu mentah-mentah tanpa pernah membuktikan kebenarannya.
Elu pasti sering mendengar orang berkata, “elu mah mana bisa jadi model, badan lu aja pendek”, “gue aja udah mati-matian dan gagal, apalagi elu”, “belum pernah ada yang berhasil”, “tidak mudah melakukan ini, sulit sekali” dan banyak perkataan negatif lainnya yang berusaha menjatuhkan elu. Sayangnya, banyak orang-orang yang menerima itu sebagai kenyataan tanpa pernah membuktikannya. Mereka membenarkan itu semua. Itu semua dijadikan alasan untuk tidak berjuang untuk meraih kesuksesan. Mereka percaya dengan itu semua dan tetap berpegang teguh dengan keyakinan yang sangat membatasi tersebut. Mereka akan berjuang keras untuk mempertahankan keyakinan itu tidak peduli apakah keyakinan mereka mendorong atau bahkan menjauhkan mereka dari kesuksesan.
Tidak percaya, mari gue berikan Anda fakta dan bukti kuat yang akan menghancurkan semua mitos tersebut.
Elu pastinya sudah kenal dengan orang terkaya di dunia bernama Bill Gates, pemilik Microsoft. Pada 1980-an, ia pernah mengatakan dan yakin bahwa sebuah komputer tidak perlu dan tidak akan memiliki memory RAM lebih dari 250 Kilobyte. Tapi lihat sekarang, rata-rata memori untuk komputer berkisar antara DDR 1 – 4 Gigabyte, bahkan ada yang melebihi itu.
Harry Andrews, seorang pelatih olimpiade Inggris pada tahun 1903 mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk berlari 1 mil tidak akan pernah lebih cepat dari 4 menit 12 detik. Lihat sekarang, rekor lama terus bertumbangan.
Dr. Lee De Forest, yang dijuluki Bapak radio menjelaskan bahwa manusia tidak akan pernah menginjak bulan tidak peduli secanggih apapun teknologi masa depan. Lihatlah sekarang, jangankan bulan, planet Mars pun sudah pernah dieksplorasi. Bahkan sekarang, manusia sudah ada yang berwisata keluar angkasa.
Lord Kelvin, Presiden Royal Society pada tahun 1895, mengatakan bahwa tidak mungkin ada mesin yang lebih berat dari udara yang dapat terbang menjelajah langit. Tetapi, berkat Wright bersaudara, apa yang dikatakannya menjadi kenangan belaka. Bahkan sekarang, muncul AirBus Super Jumbo A380 bertingkat dua dimana orang dapat menikmati fasilitas super mewah di pesawat sambil nonton TV, minum, dan tiduran di First Class Suite layaknya apartemen mewah.
Seorang ahli astronomi Mesir, Ptolemy, mengatakan bahwa Bumi adalah pusat dari tata surya. Banyak orang pada saat itu sangat percaya. Sampai mitos itu dihancurkan dan terbukti bahwa yang menjadi pusat tata surya adalah matahari.
Kenal dengan 20th Century Fox, perusahaan perfilman terkenal? Bagi elu penggemar film hollywood, kadang-kadang elu akan melihat logo perusahaan itu disetiap awal film yang dibuatnya. Pada tahun 1946, Darryl F. Zanuck, kepala perusahaan ini meyakini bahwa televisi tidak akan bisa mempertahankan perhatian penonton setelah 6 bulan. Artinya setelah 6 bulan, pemirsa akan menjadi bosan dan meninggalkan televisi. Tapi di zaman sekarang, televisi sudah seperti teman akrab dan telah menjadi kebutuhan penting. Tidak ada televisi rasanya dunia ini membosankan, tak ada hiburan. Di setiap rumah bahkan ada yang memiliki lebih dari 1 televisi.

Kalau disebutkan lagi satu per satu, tidak akan selesai(malesngetik-_-). Dari contoh di atas dapat dijadikan pelajaran berharga bahwa "di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin". Bahkan apa yang diyakini oleh orang-orang hebat pada masa lalu ternyata dapat keliru. Apa yang diyakini sebagai "hal yang tidak mungkin pada masa lalu menjadi mungkin pada masa sekarang dan apa yang tidak mungkin di masa sekarang akan menjadi mungkin di masa depan". Tinggal masalah waktu saja untuk menghancurkan mitos dan membuktikan bahwa segala sesuatu sangat mungkin.
Sekarang, pernahkah Anda meyakini sesuatu, tapi akhirnya elu sadar bahwa elu keliru. Gue yakin elu pasti sering mengalami ini. Apakah hanya karena orang mengatakan kepada elu hal itu atau hal ini tidak mungkin, lantas elu percaya dan yakin begitu saja. Ingatlah contoh di atas, orang-orang hebat saja bisa keliru dan salah besar. Tidak ada batasan yang dimiliki manusia. Manusia memiliki kemampuan luar biasa dan tak terbatas untuk mewujudkan apa yang kelihatannya tidak mungkin. Begitu juga dengan Elu! Iya Elu, Elu juga memiliki sumber daya yang mengagumkan untuk meraih dan mewujudkan apapun. Tidak ada yang berhak memberitahu Elu bahwa Elu tidak bisa. Tidak ada yang tidak bisa Elu wujudkan. Elu memiliki kemampuan untuk membuktikan bahwa apa yang mereka katakan adalah salah dan keliru. Keyakinan seperti inilah yang akan melambungkan hidup Elu menuju pencapaian sukses yang luar biasa.
Ingatlah kutipan inspiratif dari Napoleon Hill, pengarang buku Think and Grow Rich.
Who said it could not be done? And tell me what great victories does he have to his credit which qualifies him to judge what can and can't be accomplished.” (Siapa yang mengatakan bahwa itu tak bisa dilakukan? Dan beritahu saya kemenangan besar apa yang telah dia raih yang membuatnya memenuhi syarat untuk menilai apa yang bisa dan tidak bisa dicapai).
Dan sebagai penutupnya ingatlah kutipan inspiratif dari gue(ciyeh-ciyeh), pengarang buku yang belum pernah rilis.
"Jadikanlah kritik yang ditujukan kepada elu itu sebagai motivasi yang dapat membuat elu menjadi lebih bersemangat untuk membuktikan bahwa kritik itu adalah SALAH BESAR"

SalamSukses!


 Sumber : http://www.suhardicamp.com

Slide Show..

Kalender

Waktu

Flag Counters

Flag Counter