Kepribadian Melankolis.
Tipe Kepribadian Melankolis Orang melankolis adalah orang yang serius dan tertutup, namun cerdas dan sangat kritis dalam berpikir. Mereka dapat mengerjakan suatu hal dengan jauh lebih tekun dibandingkan tipe kepribadian yang lainnya. Mereka memahami sesuatu setahap demi setahap, dan mereka menjalani sebagian besar hidupnya dengan sangat serius. Orang melankolis mempunyai pemikiran yang kritis. Mereka mampu menganalisis suatu keadaan dengan jauh lebih baik dibandingkan dengan tipe-tipe kepribadian lainnya. Mereka memiliki kemampuan luar biasa dalam ”melihat di balik layar” dan memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Mereka bisa melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh kebanyakan orang karena tingkat ketelitian dan ketajaman analisisnya. Mereka adalah individu yang cakap. Mereka tahu bahwa mereka tahu apa yang mereka ketahui. Mereka meneliti fakta-fakta dan mengikutinya dengan sangat hati-hati. Mereka melakukan perencanaan dan mengikuti rencana itu. Moto mereka adalah : ”Rencanakan kerja Anda. Kerjakan rencana Anda.” Orang melankolis sangat berhati-hati, teliti, dan suka curiga. Mereka tidak senang membuat kesalahan. Misalnya, mereka selalu memeriksa hasil fotokopi yang mereka dapatkan sebab khawatir hasil fotokopinya tidak sama dengan aslinya. Maksudnya, mereka sangat berhati-hati sekali dan penuh perhitungan dalam segala hal yang mereka lakukan. Bahkan, bila Anda memberikan pujian yang tulus pun mereka tetap akan berpikir bahwa Anda pasti mempunyai maksud tersembunyi di balik pujian Anda tadi. Orang melankolis senang dengan detail. Mereka menyukai data, fakta, angka-angka, dan grafik. Semakin detail dan lengkap informasi yang mereka terima, semakin suka mereka jadinya. Apalagi yang berhubungan dengan angka, mereka sangat menyenanginya. Mereka akan menghitung untung ruginya dengan ketelitian yang sangat tinggi. Ini adalah satu kemampuan yang tidak dapat ditandingi oleh kepribadian-kepribadian lainnya. Mereka juga akan sangat banyak bertanya – tidak untuk menyelidiki Anda, tetapi lebih disebabkan oleh dorongan untuk bisa mendapatkan lebih banyak lagi data dari Anda. Orang melankolis menuntut ”ikut aturan.” Mereka taat mengikuti instruksi dengan seksama dan tidak mengerti mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama. Bagi mereka, semua orang sebaiknya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Dalam hal otoritas, sama seperti orang phlegmatis, orang melankolis memiliki sifat tidak suka mendesak dan tidak perlu menjadi pemimpin suatu kelompok. Tidak masalah bagi mereka untuk sekadar jadi pengikut asalkan mereka bisa senang dan tenang. Mereka senang berada di sekeliling orang yang ramah dan terbuka. Mereka tidak keberatan jika mereka tidak mendapat pujian atas apa yang telah mereka lakukan, tetapi mereka akan sangat marah bila Anda menyalahkan mereka atas kesalahan yang tidak mereka perbuat. Orang melankolis senang menjadi benar – bukan karena mereka merasa lebih baik daripada orang lain, tetapi mereka hanya ingin menjadi benar, apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan. Bagi mereka, ”setiap pekerjaan yang layak dilakukan, layak untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya.” Mereka merasa bahwa pekerjaan mereka akan mencerminkan siapa diri mereka. Oleh sebab itu, hasil kerjanya harus benar dan baik. Orang melankolis juga sangat konsisten. Mereka hampir tidak pernah salah dalam menyampaikan detail suatu cerita. Sama seperti orang phlegmatis, orang melankolis senang mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Prinsipnya, jika telah berhasil satu kali, mengapa harus mengubahnya ? Mereka lebih suka pekerjaan yang berulang-ulang dibandingkan dengan orang koleris dan sanguin yang senang dengan perubahan dan kejutan. Variasi bagi orang koleris dan sanguin adalah hal yang menyenangkan, tetapi akan menjadi hal yang berbahaya bagi orang melankolis. Orang melankolis lebih suka berpegang pada apa yang sudah mereka ketahui ( untuk amannya ) dan konsisten. Sifat konsisten ini juga membuat orang melankolis cenderung menjadi conformist ( orang yang suka mengikuti apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang ), khususnya bila cara atau metode yang ingin digunakan telah terbukti berhasil dengan baik, maka mereka cenderung tidak mau menggunakan cara lain. Tetapi, sifat baiknya adalah mereka merasa bahwa mereka dapat memperbaiki suatu keadaan, maka mereka akan melakukan apa saja untuk memperbaiki atau meningkatkan keadaan itu. Orang melankolis selalu ingin meningkatkan kinerjanya. Sebagai orang tua, orang melankolis biasanya adalah orang tua yang sangat baik karena mereka akan bersikap sangat konsisten terhadap anak-anaknya. Jumlah orang melankolis dalam masyarakat berkisar 20 % - 25 % dari total populasi. Orang melankolis mempunyai perasaan yang halus. Mereka tidak mau menyinggung perasaan orang lain. Sebaliknya juga demikian, mereka tidak mau orang lain menyinggung perasaan mereka. Bila seseorang membuat mereka marah dan orang itu tidak meminta maaf, maka orang melankolis akan menyimpan kemarahan dan dendam mereka untuk waktu yang sangat lama. Orang melankolis mempunyai kebutuhan mendasar berupa jawaban yang bermutu dan didukung dengan data-data yang lengkap dan akurat. Jika Anda memberikan jawaban kepada orang melankolis, Anda harus memberikan jawaban yang memiliki komponen yang bermutu. Jika tidak, mereka tidak akan menganggapnya sebagai sebuah jawaban. Misalnya, jika seorang melankolis bertanya kepada Anda, ” Kapan kita berangkat ?,” dia tidak ingin mendengar jawaban, ”Besok.” Dia lebih suka dengan jawaban, ”Kita akan berangkat besok jam 3 sore. Anda harus berkemas dan siap untuk dijemput jam 1.15. Anda bisa membawa dua koper dan satu tas tangan. Dengan demikian kita masih punya waktu 45 menit untuk sampai ke bandara dan 1 jam untuk melewati pemeriksaan dan sampai ke gerbang keberangkatan. Sampai bertemu besok jam 1.15.” Dan, meskipun Anda telah memberikan jawaban yang sangat detail seperti itu, mereka mungkin masih saja akan bertanya, ” Apakah kamu yakin waktu kita cukup ?” Orang melankolis senang bila segala sesuatunya berada dalam kendali mereka sehingga mereka tahu apa yang sedang berlangsung. Dengan keyakinan bahwa mereka tahu apa yang mereka ketahui, dan jika mereka yakin bahwa mereka benar, maka tidak ada satupun yang dapat mengubah pikiran mereka. Sebagai orang tua, orang melankolis akan menetapkan standar yang tinggi dan ingin segalanya dilakukan dengan benar dan sempurna. Mereka akan menjaga rumahnya agar selalu rapi. Dalam pekerjaan, orang melankolis selalu berorientasi pada jadwal. Mereka melakukan standar yang tinggi dan bersfat perfeksionis. Mereka juga sangat terorganisir dan tertib. Mereka dapat memberikan pemecahan yang kreatif untuk suatu persoalan. 1. Kekuatan Pribadi Melankolis Orang melankolis biasanya sangat berbakat dan sangat cerdas. Mereka selalu berpikir untuk mencari ide yang lebih baik. Mereka sering tumbuh dengan mengembangkan gagasan yang telah ada dan membuat gagasan itu menjadi lebih baik. Mereka memiliki insting dan bakat sebagai penemu. Orang melankolis sangat analitis. Mereka tahu bagaimana mengerjakan suatu proyek dengan memecah proyek itu menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Sayangnya, mereka mengalami kesulitan untuk melihat ”gambar yang lebih besar” saat mereka bekerja dengan komponen-komponen kecil itu. Mereka sangat bagus dalam melakukan analisis ( melihat sesuatu secara mendetail ) tetapi sering buruk dalam melakukan sintesis ( melihat gambar keseluruhannya ). Orang melankolis jarang salah. Mereka selalu melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bahwa mereka benar. Namun, mereka cenderung sangat sensitif. Mereka akan tersinggung bila ada orang langsung menunjukkan kesalahan yang telah mereka lakukan. Orang melankolis memiliki sifat perfeksionis. Mereka akan selalu memeriksa hasil fotokopi yang mereka peroleh karena khawatir hasil fotokopinya tidak sama dengan aslinya. Mereka suka dengan dokumentasi dan akurasi. Orang melankolis sangat idealis. Mereka ingin yang terbaik, mencari yang terbaik, dan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Mereka ingin segala hal di dunia ini berjalan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dan mereka berharap orang lain berpikiran sama seperti mereka. Orang melankolis setia pada pandangan dan tradisi. Karena mereka sangat konsisten, mereka suka berada di zona kenyamanan yang sudah mereka kenal. Mereka akan setia selama mereka tahu detail ha-hal yang berhubungan dengan rencana yang akan mereka kerjakan. Jika mereka tidak tahu detail rencananya, maka hilang juga kesetiaan mereka. Orang melankolis sangat kuat dalam memegang prinsip dan keyakinannya, tekun dalam mengejar cita-cita yang ingin mereka capai, dan mereka sangat rela berkorban. Mereka dengan tak kenal lelah untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang baik. Mereka sangat berhasrat untuk memberikan hasil kerja yang baik dan maksimal walaupun itu berarti mereka harus bekerja keras dan memakan waktu lama. Mereka biasanya lebih mementingkan tugas yang harus mereka kerjakan daripada diri mereka sendiri. Orang melankolis itu sangat rapi. Bagi mereka, penampilan luar mencerminkan keadaan di dalam. Jadi, segala hal haruslah tersusun serapi mungkin. 2. Kelemahan Pribadi Melankolis Orang melankolis sangat terpusat pada diri mereka sendiri. Ini karena mereka selalu benar – paling tidak mereka mengira mereka benar. Orang melankolis memang biasanya selalu benar dalam setiap keputusan yang mereka ambil, namun sayangnya, mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka benar. Mereka juga sering kurang memiliki fleksibilitas dalam membangun suatu hubungan interpersonal yang hangat. Dengan kata lain, cara yang sekarang ini – dan sering merupakan satu-satunya cara yang bisa diambil ( menurut mereka ) – adalah cara yang terbaik. Orang melankolis sering kali murung ( berubah-ubah temperamennya ). Terhadap lingkungannya, mereka lebih sering memberikan reaksi daripada respons. Jika mereka menemui tantangan atau hambatan atau cobaan, maka mereka cenderung cepat bereaksi secara negatif. Mereka akan tidak senang hati dan tidak bisa memberikan respons yang baik bila mereka dikatakan salah atau telah melakukan suatu kesalahan. Mereka memiliki hasrat yang besar untuk selalu benar. Ini adalah beban yang sangat berat untuk terus dibawa, tetapi orang melankolis mau membawa beban. Mungkin aspek tersulit dalam hidup orang melankolis adalah cara mereka menghadapi cara mereka sendiri yang kritis dan negatif. Mereka bukannya mengendalikan, tetapi lebih sering dikontrol oleh sikap kritis dan negatif ini. Meskipun mereka sangat pintar dan punya banyak hal yang bisa disampaikan, mereka sering kali memojokkan diri mereka sendiri gara-gara memberikan rekomendasi atau komentar tanpa melihat situasi. Dengan kata lain, mereka dikenal dengan sebutan ”pencari kesalahan.” Mereka cenderung melihat hal-hal yang salah daripada hal-hal yang benar. Bila melihat gelas berisi air hanya separuhnya, mereka akan mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong, dan bukan setengah penuh. Orang melankolis punya banyak ide cemerlang yang bisa ditawarkan. Meskipun demikian, orang melankolis sering keliru membaca orang. Mereka tidak mengerti mengapa orang lain tidak bisa melihat nilai dan kebijaksanaan yang terkandung dalam ide atau pandangan mereka. Mereka tidak mengerti bahwa orang bukannya menolak ide mereka, sebenarnya orang menolak diri mereka. Orang melankolis memang hebat dengan segala pengetahuan yang dimilkinya. Namun, mengapa orang lain tidak mau mengakui hal itu ? Karena, orang tidak senang dengan seseorang yang kelihatannya ”tahu segala hal.” Kelemahan lainnya adalah sifat mereka yang kaku. Aneh memang. Orang melankolis paling sulit memahami konsep suatu informasi. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak sanggup mengolah informasi tersebut secara mental, tetapi mereka tidak percaya bahwa informasi itu berguna dan perlu. Di samping itu, mereka juga paling sulit mengerti mengapa orang lain tidak bisa melihat hal-hal tertentu seperti mereka melihat. Kekakuan dan ketakutan untuk menjadi salah atau berbuat salah ini mengakibatkan mereka tidak bisa melihat gambarnya secara keseluruhan. Mereka juga kadang kurang praktis. Sering kali sifat tidak praktis inilah yang membuat orang lain tidak mau mendengarkan mereka, walaupun sebenarnya mereka memilki ide yang sangat bagus. Mereka terlalu kaku dalam menerapkan idenya. Orang melankolis juga suka berteori. Mereka suka sekali menjelaskan suatu keadaan berdasarkan teori yang mereka pegang. Dan mereka merasa bahwa teori mereka inilah yang paling benar. Orang melankolis cenderung tidak suka bersosialisasi. Mereka merasa lebih damai dan bahagia dengan diri mereka sendiri. Orang melankolis suka melindungi dirinya sendiri. Mereka tidak mau mengambil resiko karena ada kemungkinan mereka akan gagal. Sifat ini membuat mereka sangat segan mencoba hal-hal baru. Orang melankolis juga sangat pendendam. Jika mereka ingin membalas perbuatan Anda, maka mereka bisa sangat sabar menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan yang setimpal. Sangat sulit bagi orang melankolis untuk melakukan konsultasi atau terapi bagi persoalan pribadinya. Bagi orang melankolis, mereka tidak punya masalah – dan ini adalah masalah terbesar mereka. Tidak mudah bagi mereka untuk memaafkan orang yang pernah melakukan kesalahan pada mereka.
21.27 | | 0 Comments
SIKAP PANTANG MENYERAH DAN ULET!!
Hakikat Sikap Pantang Menyerah dan Ulet
Ilustrasi:
“Seorang siswa belajar tentang bagaimana merakit sebuah komputer. Untuk yang pertama kalinya dia mengalami kegagalan yang sangat fatal. Kemudian ia bertanya kepada instrukturnya tentang beberapa hal yang tidak ia pahami. Setelah itu siswa tersebut kembali mencoba dan mencoba terus sampai akhirnya ia berhasil merakit komputer itu dengan sempurna”
Pantang menyerah: aspek dari komitmen tinggi, yakni sikap bertahan untuk tetap ingin mencapai apa yang diinginkan kendati mengalami kegagalan, mendapat hambatan dan rintangan.
Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian, a.l:
keyakinan yang kuat untuk maju
kemauan yang keras untuk maju
pemikiran yang konstruktif dan kreatif
kesabaran dan ketabahan
ketahanan fisik dan mental
kejujuran dan tanggung jawab
Manfaat sikap pantang menyerah dan ulet:
memberi semangat dalam berusaha
meningkatkan daya usaha
menunjang keberhasilan usaha
mengeliminasi keputusasaan
Ulet: tangguh, kuat, dan tidak mudah putus asa!
Faktor-faktor yang mempengaruhi keuletan:
Pembawaan (hereditas): manusia lahir memiliki sifat-sifat bawaan dari orang tuanya
Pendidikan dan pelatihan: dengan adanya pendidikan dan latihan maka bawaan lahir akan berkembang lebih baik
Lingkungan: manusia cenderung akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya.
Pengalaman: semakin banyak pengalaman akan meningkatkan kemampuan dalam menentukan strategi pemecahan masalah
Motivasi: seorang wirausahawan yang komit untuk berhasil dan berkembang dalam usaha kan termotivasi mewujudkan keinginannya, sehingga akan mencari dan menggunakan berbagai cara (positif) untuk mewujudkan obsesinya
Membina sikap ulet:
menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
menjaga dan meningkatkan semangat dalam bekerja
selalu optimis dalam menjalankan usaha
menyenangi pekerjaannya
berani menghadapi tantangan
meningkatkan kepedulian akan peristiwa atau kejadian di sekitarnya baik secara makro maupun mikro
berusaha memiliki banyak informasi dan sumber
menerima dengan senang hati kritik dan saran
berani mencoba berbagai alternatif dengan sudah mempertimbangkan secara matang
memandang kegagalan dari sisi positif
tidak memandang ringan maslah yang dihadapi
meningkatkan kepekaan, kecermatan dan kewaspadaan diri
Karakteristik sikap pantang menyerah dan ulet:
kerja keras, ulet dan disiplin
mandiri dan realistis
prestatif dan komitmen tinggi
berfikir positif dan bertanggung jawab
memperhitungkan resiko usaha
mencari jalan keluar dari setiap permasalahan
merencanakan sesuatu sebelum bertindak
kreatif dan inovatif
kerja efektif dan efisien
Kepemimpinan dalam kerja pantang menyerah dan ulet
Efektifitas kepemimpinan dalam penerapan kerja pantang menyerah dan ulet akan membawa keberhasilan berwirausaha, diataranya:
mempunyai komitmen tinggi dalam bekerja
mempunyai etos kerja yang tinggi
menyangkut distribusi kekuasaan dalam bekerja
melibatkan orang lain dalm bekerja
menyangkut penanaman pengaruh dalam mengarahkan karyawan
“Jadi: kita tidak boleh berpangku tangan dan mengaharapkan reski hanya dengan berdoa saja tanpa bekerja dan berusaha”
Wujud Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet
1. Melakukan usaha dengan semangat
Semangat bekerja: salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat hubungannya dengan faktor kepuasan kerja, kegairahan kerja, dan keinginan mempertinggi hasil kerja.
kepuasan kerja: orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan
kegairahan kerja: ketika harapan dan hasil yang ditargetkan tercapai akan meningkatkan kegairahan dalam bekerja.
Mempertinggi hasil kerja: ketika target yang telah ditetapkan tercapai, akan semangat untuk meningkatkan hasil kerjanya untuk selanjutnya.
Manfaat semangat dalam bekerja:
memperoleh kepuasan dalam bekerja
menimbulkan kegairahan dalam bekerja
membangunkan tenaga
meningkatkan efisiensi waktu kerja dan biaya
menimbulkan keinginan mempertinggi hasil kerja
mengembangkan semangat pribadi
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan semangat pribadi:
bekerjalah dengan penuh semangat
semangat yang tinggi untuk mencapai prestasi yang tinggi
selalu semangat
semangat membawa percaya pada hari depan
2. Melakukan usaha dengan tidak putus asa
Putus asa / putus harapan:
Kondisi kejiwaan yang merasa dan menganggap bahwa apa diinginkan tidak akan tercapai
Kondisi batiniah yang menganggap adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dialaminya.
Penyebab timbulnya rasa putus asa:
faktor intern: penyebab yang timbul dari dalam diri wirausaha, dimana terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Ini disebabkan sumber daya yang dimiliki kurang memadai untuk mencapai tujuan yang diinginkan
faktor ekstern: penyebab yang timbul dari luar diri wirausaha, seperti kondisi ekonomi yang berfluktuasi, persaingan yang semakin ketat, bencana alam, dsb.
Dampak negatif putus asa:
berkurang / hilangnya semangat menjalankan usaha
menurunnya produktivitas kerja
menurunnya percaya diri wirausaha
menurunnya tingkat kepercayaan dari teman-teman sekerja, pelanggan, pemasok dan kreditur.
Terancamnya kelangsungan usaha.
Mengantisipasi dan mengeliminasi keputusasaan:
ketabahan: tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup
meningkatkan kualitas sumber daya manusia
penerapan manajemen secara efektif
menggunakan jasa asuransi
“jadi kemauan yang keras akan memberikan semangat dalam berusaha dan tidak pernah merasa putus asa terhadap segala rintangan yang dihadapi”
3. Melakukan usaha dengan selalu ingin maju
Adalah: memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaan / tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari bisnisnya
Karakteristik kerja prestatif:
memiliki komitmen tinggi terhadao tugas dan pekerjaannya.
Mau bertanggung jawab
Peluang untuk mencapai obsesi
Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpuasan
Yakin pada dirinya
Kreatif dan fleksibel
Ingin memperoleh balikan segera
Energik
Motivasi untuk lebih unggul
Berorientasi ke masa depan
Mau belajar dari kegagalan
Kemampuan memimpin
Profil wirausahawan yang memiliki sikap selalu ingin maju:
menyukai tanggung jawab
lebih menyukai resiko menengah
keyakinan atas kemampuan mereka untuk berhasil
hasrat untuk mendapatkan umpan balik langsung
tingkat energi yang tinggi
orientasi ke depan
keterampilan mengorganisasi
memiliki prestasi lebih tinggi dari pada uang
Manfaat selalu ingin maju:
menimbulkan sikap optimis
memberi semangat dalam berusaha
mendorong untuk mencari cara-cara baru dalam menjalankan usaha
menambah keberanian dalam berusaha
Empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju:
self awarness: sikap mawas diri
couscience: mempertajam suara hati, supayanmenajdi manusia berkehendak baik seraya memunculkan keunikan serta memiliki misi dalam hidup.
Independent will: pandangan independen untuk bekal bertindak dan kekuatan untuk mentransendensi
Creative imagination: berpikir dan mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan, serta adaptasi yang tepat.
Cara mengembangkan sikap selalu ingin maju:
memahami dan menghayati konsep-konsep berusaha
menentukan dan komit terhadap sistem yang digunakan dalam menjalankan usaha.
Memiliki visi usaha dan komit untuk menjalankannya
Memiliki misi untuk mencapai visi yang dibangun atau dicanangkan
Menciptakan budaya kerja yang sinergi untuk mewujudkan visi usaha
Menyusun struktur organisasi usaha yang efektif dengan fungsi-fungsi yang ada di struktur organisasi
Merumuskan job description sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada di struktur organisasi
Menyusun rencana operasi untuk mencapai tujuan perusahaan
Bersikap terbuka dalam pergaulan
Tidak memandang remeh / menghargai teman sekerja, pelanggan dan pesaing
Berusaha mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi
Terbuka dan haus akan informasi
4.Melakukan usaha dengan selalu mencari sesuatu yang baru
Adalah: objek usaha atau cara melakukan usaha yang berbeda dari apa yang telah ada melalui kreasi dan inovasi
Kreatif : memiliki daya cipta, mempunyai kemampuan untuk menciptakan, mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataannya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Tipe-tipe Kreatif
1. menciptakan dan membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada
2. mengombinasikan / mensintesiskan, dua ha; atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan menjadi berhubungan
3. memodifikasikan sesuatu yang memang sudah ada, berupaya mencari cara-cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya dengan orang lain.
Inovasi: suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat di jual dan bukan selalu berupa ide-ide yang sangat rumit, tetapi kadang-kadang inovasi berasal dari ide-ide baru yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan harus lebih baik dari yang telah ada.
Sumber-sumber penerapan inovasi:
kejadian yang diharapkan
proses sesuai dengan kebutuhan
perubahan pada industri dan pasar
ketidakharmonisan
perubahan demografi
perubahan persepsi
konsep pengetahuan dasar
Jenis-jenis inovasi:
penemuan (invensi): produk / jasa / proses yang benar-benar baru, ex: wright bersaudara (pesawat terbang), alexander graham bell ( pesawat telepon)
pengembangan (ekstensi): pemanfaatan / penerapan lain pada produk, jasa, proses yang ada, ex: raynoc : Mc. Donald
penggandaan (duplikasi): refleksi kreatif atau konsep yang telah ada, ex: Walmart: department store
pemaduan (sintesis): kombinasi atas konsep-konsep dan faktor-faktor yang telah ada di dalam penggunaan / formulasi baru
Manfaat selalu mencari sesuatu yang baru:
menambah semangat dan gairah dalam berusaha
mengurangi kejenuhan dan kebosanan dalam berusaha
menimbulkan daya tarik bagi pelanggan
meningkatkan daya saing dalam berusaha
mendorong kreativitas wirausaha dalam berusaha
meningkatkan percaya diri wirausaha
Mengembangkan sikap selalu mencari sesuatu yang baru:
menciptakan struktur organisasi terbuka dan desentralisasi
mendukung budaya yang memberi kesempatan atas percobaan
mendorong sikap eksperimental
memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan
komunikasi efektif pada semua tingkatan\
tersedianya semua sumber atas sesuat inisiatif baru
hindari mematikan ide-ide baru
singkirkan birokrasi dari proses pengalokasian sumber
beri penghargaan atas suatu keberhasilan
ciptakan budaya pengambilan resiko
kurangi hal-hal yang bersifat administratif
berikan kebebasan
tanpa batas waktu
delegasikan tanggung jawab untuk mulai aktivitas baru
Keyakinan dan berkomunikasi
seorang wirausaha harus yakin bahwa mereka akan sukses dan selalu tekun dalam mengelola kegiatan usaha bisnisnya
seorang wirausaha harus pandai berkomunikasi dan mengorganisasi buah pikirannya ke dalam bentuk ucapan yang jelas dan menarik perhatian orang lain dengan tutur kata yang baik
Inti sikap pantang menyerah dan ulet:
pantang menyerah dan ulet tehadap segala keadaan dan situasi kerja
memiliki semangat kerja dan tahan uji terhadap setiap tantangan dan penderitaan
memiliki kesabaran dan ketabahan dalam setiap kondisi kerja
selalu bekerja keras, berjuang dan rela berkorban demi mencapai kesuksesan
Magang: ikut belajar kerja dalam kegiatan usaha yang diakui berstandar tinggi di dalam suatu perusahaan
Harapan setelah melaksanakan magang, siswa memiliki;
sikap mental yang kuat dalam berwirausaha
moral yang tinggi dalam berwirausaha
keterampilan dalam berwirausaha
etos kerja yang tinggi dalam berwirausaha
kepekaan terhadap lingkungan
sikap perjuangan dalam berwirausaha
Kegiatan-kegiatan dalam tempat magang:
1. Bidang usaha promosi
menciptakan makna baru suatu produk
memberikan promosi terhadap jasa
memberikan nilai tambah pada produk
2. Bidang usaha angkutan
memberikan peran baru pada transportasi
menyerahkan pada armada angkutan
3. Bidang usaha perawatan komputer
teknisi perawatan dan perbaikan
menciptakan nilai tambah pada komputer
4. Bidang usaha tata boga
menciptakan peluang baru dan memberi nilai tambah pada masakan tradisional
memasarkan fast food khas indonesia
5. Bidang usaha pelayanan SDM
1. Pemberian pelatihan keterampilan seni batik, seni ukir, seni keramik, seni lukis, seni suara, seni musik, dll.
6. Bidang usaha rekrutment
Pelatihan SDM dan kemampuan menjual
Membekali pengetahuan dan keterampilan
Mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja penjual dan kebutuhan pencari kerja
7. Bidang usaha perkreditan
Mempertemukan kebutuhan pemasok dan pemakai
Menciptakan peluang baru dari kesulitan pengadaan uang kas dan penjualan barang
Memberikan nilai tambah pada uang kas dan barang modal / barang konsumsi
8. Bidang usaha olahan
Menciptakan peluang baru dari bahan, antara bahan baku dan kebutuhan konsumen, dan memberi nilai tambah pada bahan baku melalui proses olehan
Mendayagunakan teknologi untuk mengolah bahan baku
Memasarkan produk yang dibutuhkan konsumen
9. Bidang usaha pembekalan
Mendayagunakan modal kedua belah pihak dengan manajemen waktu
Menjamin mutu dan keseimbangan pemasok
Menciptakan peluang baru dari budaya yang ingin dilayani
Memberi nilai tambah pada barang modal atau produk jadi yang dibutuhkan
10. Bidang usaha cinderamata
Menciptakan sendiri cinderamata yang unik dan menarik
Memasarkan hasil kerajinan khas daerah yang potensial untuk dijadikan cinderamata
11. Bidang usaha lainnya
a. dalam bidang usaha produksi:
produksi primer: kegiatan penggalian sumber alam yang tersedia di bumi, contoh: perkebunan, pertanian, pertambangan.
Produksi sekunder: kegiatan pemanfaatan SDA / bahan baku yang diproses dan di olah menjadi bahan jadi, contoh: pabrik komponen-komponen yang diasembling menjadi barang industri / konsumsi
Produksi tersier: kegiatan yang lebih dominan menghasilkan jasa dibanding dengan tangible good, contoh: tenaga profesional, dokter, guru, insinyur, restoran, perhotelan dan perbengkelan.
b. dalam bidang usaha distribusi:
mengacu pada pergerakan barang / jasa dari produsen ke konsumen
Peran sekolah dalam mempersiapkan magang:
a. persiapan magang
mempersiapkan mental para siswa calon peserta magang dan sebagai calon wiwrausahawan
b. proses belajar magang
1) pembenahan pelajaran wirausahawan
2) pembenahan sistem bimbingan kerja magang
3) pembenahan metode pembelajaran
c. hasil belajar yang harus dicapai
1) nilai moral dalam berwirausaha
2) sikap mental berwirausaha
3) keterampilan berwirausaha
4) kepekaan terhadap lingkungan berwirausaha
5) minat dan kepribadian dalam berwirausaha
Chemunghud Qaqha!! wkwk
Sumber : http://lova241smk.wordpress.com
04.15 | Label: Motivasi! | 0 Comments
Everything is Possible!
Seorang ahli astronomi Mesir, Ptolemy, mengatakan bahwa Bumi adalah pusat dari tata surya. Banyak orang pada saat itu sangat percaya. Sampai mitos itu dihancurkan dan terbukti bahwa yang menjadi pusat tata surya adalah matahari.
Kalau disebutkan lagi satu per satu, tidak akan selesai(malesngetik-_-). Dari contoh di atas dapat dijadikan pelajaran berharga bahwa "di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin". Bahkan apa yang diyakini oleh orang-orang hebat pada masa lalu ternyata dapat keliru. Apa yang diyakini sebagai "hal yang tidak mungkin pada masa lalu menjadi mungkin pada masa sekarang dan apa yang tidak mungkin di masa sekarang akan menjadi mungkin di masa depan". Tinggal masalah waktu saja untuk menghancurkan mitos dan membuktikan bahwa segala sesuatu sangat mungkin.
Dan sebagai penutupnya ingatlah kutipan inspiratif dari gue(ciyeh-ciyeh), pengarang buku yang belum pernah rilis.
"Jadikanlah kritik yang ditujukan kepada elu itu sebagai motivasi yang dapat membuat elu menjadi lebih bersemangat untuk membuktikan bahwa kritik itu adalah SALAH BESAR"
SalamSukses!
Sumber : http://www.suhardicamp.com
04.50 | Label: Motivasi! | 0 Comments
